Senin, 09 Januari 2012

makalah Hubungan geografi, Sejarah, dan Sosiologi Dikaji Berdasarkan Konsep IPS Terpadu


BAB I.  PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
IPS adalah studi atau kajian masalah-masalah sosial yang berasal dari ilmu-ilmu social yang di sederhanakan untuk kepentingan tujuan pendidikan di Sekoah yaitu menciptakan warga Negara yang baik. IPS bukan sekedar pengetahuan, tetapi merupakan ilmu pengetahuan yang disusun dan di organisasikan secara baik menurut kepentingan pendidikan dan pengajaran. Dalam pengajaran IPS, sifat menyeluruh penting untuk diketahui dan di pahami karena IPS menangani bahan pengajaran yang kait-mengkait secara integral.
Pada hakikatnya ilmu pengetahuan sosial ini terintegrasi dari beberapa disiplin ilmu , seperti geografi, sejarah, sosiologi, dan ekonomi yang keseluruhannya saling keterkaitan antara satu sama lain. Model pembelajaran terpadu ini merupakan salah satu model implementasi kurikulum yang dianjurkan untuk di aplikasikan pada semua jenjang pendidikan. Oleh karenanya  sebagai tenaga pendidik haarus mampu merancang model pembelajaran IPS terpadu yang efektif dan efisien. Jadi dalam hal ini cara pembelajaran IPS terpadu yang di rancang seorang guru sangat berpengaruh terhadap peserta didik, yang mana ilmu pengetahuan sosial tersebut masih terpisah-pisah kajiannya, namun masih tetap saling berkesinambungan dan relevan.


B.      Rumusan Masalah
Dalam ilmu pengetahuan sosial ini  kajiannya meliputi disiplin ilmu geografi, sejarah, sosiologi, dan ekonomi yang menjadi salah satu model pembelajaran terpadu.
Lalu bagaimanakah hubungan disiplin ilmu-ilmu terebut dalam model pembelajaran IPS terpadu? 






BAB II.  PEMBAHASAN

A.      Konsep Dasar Geografi
1.       Pengertian
Geografi berasal dari kata ‘geo’ yaitu bumi, dan ‘graphien’ yang berarti tulisan atau lukisan. Secara harafiah, geografi itu berarti lukisan tentang  bumi. Menurut Council of the Geographical Association(1919) mengatakan bahwa geografi berkenaan dengan dunia nyata, dunia yang dipelajari seseorang dengan baik melalui kaki telanjang, atau dengan mengendarai kereta api, perahu, mobil dan pesawat terbang, serta melalui lukisan atau gambar. Namun penelaah tersebut meliputi juga sebab-akibat yang dipandang sebagai sebagai keseluruhan yang menghubungkan bagian-bagian yang telah menjadi apa adanya. Jadi geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan dengan sudut pandang lingkungan atau kewilayahan dalam konteks keruangan. Berdasarkan beberpa definisi diatas,jelas bahwa yang menjadi objek studi geografi adalah geosfer yaitu permukaan bumi yang merupakan bagian dari bumi yang terdiri atas atmosfer (lapisan udara), litosfer (lapisan batuan, kulit bumi), hidrosfer (lapisan air, perairan), dan biosfer (lapisan kehidupan).
Berdasarkan pengertian diatas, dapat diketahui bahwa geografi senantiasa memberikan uraian ilmiah mengenai sifat-sifat bumi dan gejala alam yang ada, termasuk sebab dan segala akibatnya bagi kehidupan. Disamping itu juga berusaha menganalisa berbagai kondisi yang terjadi dimuka bumi untuk di sesuaikan dengan kebutuhan manusia. 

2.       Ruang Lingkup Geogafi  
Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan  manusia pada kenyataannya tidak semuanya dapat dipenuhi di daerahnya sendiri, sehingga manusia harus melakukan usaha ke tempat lain untuk mencukupinya. Dengan demikian, perjalanan ke tempat lain tersebutakan memperluas pengalaman dan pengetahuan manusia tentang wilayah itu. Pengalaman dan pengetahuan ini akan membawa perubahan dalam memandang gejala alam dan perilaku serta aktifitas budi daya manusia di permukaan bumi. Hal ini terjadi karena proses kajiannya akan selalu mengaitkan lokasinya, integrasinya, persebarannya, perkembangannya, dan interaksinya dalam lingkup analisis keruangan, kewilayahan, ekologis, system, dan sejarah perkembangannya.
Dalam lingkup wilayah penelitian, kajian ini dipandang sebagai suatu keseluruhan dan sebagai bagian dari keseluruhan wilayah penelitian secara lebih mendalam sehingga dapat diperoleh gambaran tentang persamaan dan perbedaan daerah yang satu dengan daerah yag lain. Kajian geografi ini mempunyai ruang lingkup yang luas sehingga disiplin ilmu lainnya banyak yang berkaitan dengan geografi. Keterkaitan geografi dengan disiplin ilmu lainnya dapat dibedakan menurut aspek fisik dan aspek social. Aspek fisik disebut dengan geografi fisik dan pembahasan yang berkaitan dengan aspek social disebut geografi social.

3.       Tujuan Geografi
Sama halnya dengan tujuan dalam bidang-bidang ilmu yang lain, tujuan pembelajaran geografi bertumpu pada tujuan yang lebih tinggi. Secra herarki, tujuan pendidikan nasional pada tataran operasional dijabarkan dalam tujuan institusional tiap jenis dan jenjang pendidikan. Selanjutnya pencapaian tujuan institusional ini secara praktis dijabarkan dalam tujuan kurikuler atau tujuan mata pelajaran, termasuk juga geografi. Akhirnya tujuan kurikuler ini secara praktis operasional dijabarkan dalam tujuan intruksional atau tujuan pembelajaran. Konsep-konsep ilmu geografi mengenal beberapa konsep seperti tanah, air, udara,sungai, gunung, antariksa, flora, fauna, laut, gempa, sumber alat, kependudukan, desa, kota dll.  Pada tingkat SD, konsep dasar itu dapat kit mulai dari arah (mata angin), jarak, peta perbedaan waktu, sungai, gunung dan seterusnya secara bertahap serta berkesinambungan.

B.      Konsep Dasar Sejarah
1.       Pengertian
Sejarah merupakan istila yang berasal dari bahasa Arab, Syjaratun yang berarti pohon. Dalam bahasa asalnya, istilah sejarah di ungkapkan dengan tarikh, yang berarti waktu atau kurun terjadinya peristiwa. Menurut Lingdern, istilah ini diguakan masyarakat nusantara atas dasar kebiasaan bangsa Arab (Baduy) menggunakan sejarah sebagai wahan mengukuhkan biografi seseorang atau rangkaian kekerabatan dalam keluarga yang bercabang seperti pohon. Secara ilmu pengetahuan lebih popular diungkapkan dengan kata latin scientia atau science (bahasa Inggris), yakni pemaparan sistematis non-kronologis mengenai gejala alam.

Berbagai pengetahuan mengenai peristiwa masa lalu yang diperoleh berdasarkan babad, hikayat, tambo dan penuturan lisan  perlu diuji berdasarkan metode dan bukti ilmiah. Para ahli sejarah, seperti Hatta, Garraghan, Moh.Ali, dan panitia Historiografi Dewan Riset Ilmu Sosial Amerika memberikan definisi sejarah secara berbeda-beda, tapi secara umum definisi mereka mencakup beberapa aspek berikut:
a.         Sejarah merupakan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lalu.
b.        Sejarah merupakan kisah yang diangakt berdasarkan peristiwa masa lalu.
c.         Sejarah merupakan proses penulisan yang harus memenuhi syarat-syarat tertentu
sebagai ilmu.

2.       Ruang Lingkup Sejarah
Kajian sejarah meliputi dua aspek, yakni aspek konsep sejarah dan aspek implementasinya dalam menganalisis persoalan-persoalan kesejarahan (kritik sejarah). Konsep sejarah menyajikan prinsip-prinsip dasar yang diperlukan sebagai perangkat analisis dalam memahami persoalan kesejarahan, berupa konsep dasar, unsur-unsur dan metode sejarah. Kritik sejarah menelaah beberapa langkah-langkah dan hal-hal yang diperlukan dalam menelaah peristiwa kesejarahan hingga menghasilkan pengetahuan sejarah atau kebenaran sejarah. Dalam hal ini, belajar dan mengkaji sejarah bukan merupakan kegiatan yang statis, malah justru merupakan suatu telaahan yang dinamis ke masa yang akan datang. Sejarah sebagai bidang ilmu sosial, memiliki konsep dasar yang menjadi karakter dirinya. Komsep-konsep dasar itu adalah: waktu, dokumen, alur peristiwa, kronologi, peta, tahap-tahap peradaban, ruang, evolusi dan revolusi.

3.     Tujuan Sejarah
Tujuan sejarah dapat dipilah ke dalam dua kategori, yakni sejarah sebagai ilmu pengetahuan dan informasi. Sebagaimana umumnya pengetahuan ilmiah, sejarah terkait erat dengan beberapa konsep dan perspektif yang menjadi titik tolak kajiannya. Hal ini mengakibatkan sejarah memerlukan seperangkat instrumen keilmuan agr memenuhi tingkat validitas ilmiah. Peran tersebut hanya akan dapt diberikan oleh sejarah manakala pemahaman sejarah dibangun melalui metode keilmuan yang dapat di pertanggungjawabkan secara ilmiah.
Oleh karena itu, kajian terhadap sejarah seharusnya disertai dengan pemahaman dan penguasaan konsep-konsep dasar sejarah. Secara konseptual, sejarah pada dasarnya berkenaan dengan tiga aspek konseptual yang mendasarinya, yaitu konsep tentang perubahan, konsep waktu dan konsep kontinuitas.
Dalam sejarah manusia dapat memahami prinsip-prinsip hidup dan kebudayaan yang berubah dan tidak berubah. Manusia juga dapat memahami keberhasilan dan kegagalan para pemimpin, bentuk-bentuk pemerintahan, sistem perekonomian yang pernah ada, dan hal-hal penting lain dalam kehidupan manusia dari waktu ke waktu.

C.      Konsep Dasar Sosiologi 
1.       Pengertian
Secara Etimologis, sosiologi berasal dari bahasa latin socius dan bahasa Yunani logos. Socius berarti kawan, sekutu, sahabat, rukun, masyarakat atau anggota persekutuan, sedangkan logos berarti ilmu. Jadi sosiologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari struktur social, proses-proses social, dan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat. Frank H. Hankins, mengemukakan bahwa sosiologi adalah studi ilmiah tentang fenomena yang timbul dari hubungan kelompok umat manusia. Aliran sosiologi yang berbeda menentukan penekanan yang bervariasi berkenaan dengan factor-faktor yang berhubungan, sebagian menekankan hubungan pada hubungan diantara mereka sendiri seperti interaksi, assosiasi dll, sedangkan aliran yang lain menekankan pada umat manusia dalam hubungan sosialnya, memfokuskan perhatian kepada hubungan social dalam berbagai peranan dan fungsinya.  

2.       Ruang Lingkup Sosiologi
Objek sosiologi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu objek material dan objek formal. Objek material adalah segala proses kehidupan sosial manusia dalam kelompoknya, proses pembentukan, perkembangan dan keruntuhan sistem hidup manusia dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan antar manusia. Ruang lingkup sosiologi menurut Vine sebagai dikutip oleh Susanto, memperlihatkan bahwa aspek-aspek yang diteliti oleh sosiologi adalah:


a.         Hubungan manusia sebagai satuan sosial
b.        Proses social dan ketentuan sosial pembentukan masyarakat
c.         Struktur sosial masyarakat
d.        Unsur-unsur pengawasan sosial yang menjamin kelangsungan hidup kelompok social masyarakat
e.        Factor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial di masyarakat
f.          Dasar penelitian dan metodologi sosiologi
Dari berbagai objek yang diteliti menghasilkan berbagai konsep sosial, perubahan sosial, proses sosial, konflik sosial, pranata sosial, status sosial, struktur social, masyarakat kota dan desa serta peranan sosial.

3.       Tujuan Sosiologi
Tujuan sosiologi adalah untuk mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya, memiliki kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan serta memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk. Adapun konsep-konsep dasar sosiologi sebagai berikut:  interaksi sosial, sosialisasi, kelompok sosial, perlapisan sosial, dan proses sosial.
Kehadiran sosiologi sebagai kajian keilmuan bertujuan:
a.    Meningkatkan kehidupan yang serasi di masyarakat
b.    Meningkatkan pengertian terhadap lingkungan sosial manusia dalam kehidupan
      bermasyarkat
c.     Perencanaan dan peningkatan pembangunan masyarakat
d.    Meningkatkan kerjasama antar manusia
e.    Perencanaan pembaharuan sosial
f.     Peningkatan perencanaan pendidikan
g.    Peningkatan pengendalian dampak social




D.      Hubungan Geografi, Sejarah , dan Sosiologi di Kaji Berdasarkan Konsep IPS Terpadu

Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara holistic dan otentik. Melalui pembelajaran terpadu peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. Dengan demikian, peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara holistik, bermakna, otentik, dan aktif. Cara pengemasan pengalaman belajar yang dirancang guru sangat berpengaruh terhadap peserta didik. Pengalaman belajar lebih menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran yang lebih efektif. Kaitan konseptual yang dipelajari dengan sisi bidang kajian yang relevan akan membentuk konsep, sehingga peserta didik akan memperoleh keutuhan pengetahuan. Perolehan keutuhan belajar, pengetahuan, serta kebulatan pandangan tentang kehidupan dan dunia nyata hanya dapat direfleksikan melalui pembelajaran terpadu. 







 
   






BAB III.  PENUTUP
A.      Kesimpulan
Pada  dasarnya pembelajaran IPS di sekolah yang bersifat  terpadu bertujuan agar mata pelajaran ini lebih bermakna bagi peserta didik sehingga pengorganisasian materi  pelajaran disesuaikan dengan lingkungan, karakteristi, dan kebutuhan peserta didik. Sehingga peserta didik dapat menguasai pembelajaran IPS di sekolah. Oleh karena itu mata pelajaran IPS, merupakan integrasi dari disiplin ilmu-ilmu social dan ilmu-ilmu yang relevan.
Keberhasilan dalam menguasai dan menerapkan penekatan terpadu tersebut, harus didukung dengan adanya keinginan untuk melakukan pengembangan diri secara berkesinambungan, yang bisa dilakukan melalui berbagai cara. Hal ini menjadi lebih penting karena ilmu pengetahuan,   perkembangan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, serta kebutuhan peserta didik terus mengalami perubahan menuju kearah yang lebih maju.

B.      Saran
Untuk  memahami masalah pendidikan IPS, seseorang  hendaknya  memiliki pemahaman yang baik tentang disiplin ilmu-ilmu sosial yang meliputi struktur, ide, pertanyaan pokok, metode yang digunakan dan konsep-konsep setiap disiplin ilmu, disamping pemahamannya tentang prinsip-prinsip kependidikan dan psikologis  serta pemahaman sosial.













BAB IV.  DAFTAR PUSTAKA

·           Waluyo,Amin. Dalam Perkuliahannya Konsep Dasar Ips Mengenai Sosiologi, Geografi dan Sejarah
·           Model Ips Terpadu. http://directory.umm.ac.id. Diunduh pada Hari Jumat Tanggal 25 Nopember 2011. Pukul 12.40 WIB
·            Permasalahan Pembelajaran Ips Terpadu.  http:// edukasi.kompasiana. com. Di Unduh
         Pada Hari Sabtu Tanggal 26 Nopember 2011. Pukul 11.30 WIB







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar